Wednesday, 12 September 2012

dan kapan aku bisa memanggilmu teman, sayang?


sungguh aneh manusia.

jika kau dapat memilih permata,
mengapa paku berkarat yang kau bawa?

Thursday, 3 May 2012

pedih itu hidup. dan kau tanya kenapa aku perduli.

bukan urusaku semua itu
tapi pedih itu nyata,
mengusik!
memohon agar buta saja

aku tak bisa berbuat,
hanya bisa mengamati...
menyadari.

mereka yang tangannya tertadah,
dan aku yang lewat di depannya,
nyalang mengejar mimpi
kepuasan pribadi.
menyadari,
mengamati.
dan ah, ngeri!
betapa tak terbebani!

pedih itu nyata
kian membara
aku sesama yang mati

Wednesday, 2 May 2012

sungguh, aku belum ingin beranjak...

Mahasiswa adalah pribadi-pribadi yang gelisah. Mereka membutuhkan pengakuan dan apresiasi atas eksistensinya. Mereka ingin dilihat; ada di antara idealisme dan naivitas. Mereka baik hati dan haus guna; begitu mudah dimanipulasi dan terpancing. Mereka ingin dibenarkan, egonya adalah darah muda yang mendidih.

ditulis 24 juni 2010

Wednesday, 18 April 2012

jangan ajari mereka moral, jika suatu hari kau akan merampasnya


yang akan tersisa cuma hati yang berderak-derak pecah seribu.

lebih baik ajarkan mereka jadi penjahat.
warnai hati itu hitam sebelum mereka kenal baik dan buruk.
biar sekalian, jadi penjahat profesional.

pada akhirnya, rasa bersalah itu raib juga, bukan?
yang tersisa hanya seonggok jasad munafik, tak berjiwa.
masih mencoba bilang aku bermoral.
mencari justifikasi.
palsu.

Saturday, 31 March 2012

Tuesday, 20 March 2012

justified greed

but I always want the ripest one,
an instant pleasure...

Saturday, 3 March 2012

balada sendok, garpu, dan pisau

tak mengapa, kata si pisau melihat sendok garpu berdansa

sendok garpu pun kadang terlalai
ketika petani-petani makan begitu lahap
atau binatang mengunyah nikmat

tak mengapa, balas sendok garpu berdua

setidaknya kami berdua,
bersedih pun berdua,

diamlah si pisau
ingin rasanya pisau ditusuk
siapa yang kan menusuk?

bukan peradabanku disini, kata si pisau lagi

tak mengapa, sahut sendok garpu lagi, berdua
orang lebih tahu kami daripada kau
setidaknya di sini, hari ini
teronggoklah sendiri kau di lemari